Saat Imajinasi Menemukan Rumahnya: Antologi Puisi Karya Siswa SMA Wijaya Kusuma

Saat Imajinasi Menemukan Rumahnya: Antologi Puisi Karya Siswa SMA Wijaya Kusuma
Dokumentasi Siswa Siswi SMA Wijaya Kusuma Mengutarakan Imajinasi Melalui Puisi.

Jakarta — Imajinasi yang selama ini tersimpan dalam lembar-lembar buku tulis akhirnya menemukan tempatnya.

Siswa-siswi SMA Wijaya Kusuma, Penjaringan, Jakarta Utara, berhasil menerbitkan buku antologi puisi pada Maret 2026 lalu, sebagai wujud nyata kreativitas dan semangat literasi di lingkungan sekolah.

Berawal dari kegiatan literasi yang rutin dilakukan, para siswa mulai menuliskan gagasan, perasaan, dan pengalaman mereka dalam bentuk puisi.

Setiap bait yang ditulis menjadi cerminan cara pandang mereka terhadap dunia tentang persahabatan, keluarga, harapan, hingga perjalanan menemukan jati diri.

Proses penerbitan buku ini tidak berlangsung singkat. Para siswa melewati berbagai tahapan, mulai dari penulisan, penyuntingan, hingga penyeleksian karya terbaik untuk dihimpun dalam satu antologi.

Sepanjang proses tersebut, mereka mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing yang terus mendorong kepercayaan diri dalam berkarya.

Selain itu, SMA Wijaya Kusuma juga bekerja sama dengan Nyalanesia sebagai penggerak literasi yang mendukung pembinaan sekaligus proses penerbitan karya siswa.

Guru pembimbing literasi SMA Wijaya Kusuma, Putri Kusumawati, S. Pd. menyampaikan kegiatan ini bukan hanya soal menghasilkan buku, tetapi juga membangun keberanian siswa dalam berekspresi.

“Kami ingin mereka memiliki ruang untuk menyampaikan isi hati dan pikirannya. Puisi menjadi salah satu cara yang indah untuk itu,” ujarnya.

Bagi para siswa, terbitnya buku ini menjadi pengalaman berharga. Tidak sedikit dari mereka yang mengaku awalnya ragu untuk membagikan tulisannya.

Namun, ketika karya mereka akhirnya dibukukan, rasa bangga dan percaya diri pun tumbuh.

“Senang sekali rasanya melihat tulisan saya menjadi bagian dari sebuah buku. Ini seperti mimpi yang jadi nyata,” ungkap Dwi Artika, salah satu siswa penulis.

Kepala SMA Wijaya Kusuma, Eko Okdasatyagama, S. Kom., mengapresiasi capaian tersebut sebagai langkah penting dalam menumbuhkan budaya literasi di sekolah.

Ia berharap, karya ini dapat menjadi awal dari lahirnya lebih banyak penulis muda yang berani berkarya dan menyuarakan pikirannya.

Melalui buku antologi puisi ini, siswa-siswi SMA Wijaya Kusuma telah membuktikan bahwa imajinasi tidak hanya hidup dalam pikiran, tetapi juga dapat menemukan rumahnya dalam rangkaian kata yang abadi.