Mahasiswa Pacasarjana Unpak Dorong UMKM Opak Cibuaya Go Digital

Mahasiswa Pacasarjana Unpak Dorong UMKM Opak Cibuaya Go Digital
Alumni Pascasarjana S3 Unpak, Dr. H. Meisa Reresimi, SE.,M.M., bersama salah satu mahasiswa S3 Dany Rakca Andalasawan.

Karawang – Sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Magister Ilmu Manajemen (S2) dan Program Doktor Ilmu Manajemen (S3) Universitas Pakuan Bogor menggelar aksi nyata di Kampung opak, Karawang. 

Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), para Mahasiswa S2 dan S3 memberikan pendampingan intensif bertajuk "UMKM Opak Go Digital". 

Kegiatan ini berlangsung di Kampung opak, Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat, pada Minggu, 18 Januari 2026.

PKM ini menjadi fokus pada peningkatan strategi pemasaran di sektor UMKM, mengingat tantangan pasar yang kini beralih ke ranah virtual. 

Dalam PKM tersebut, mahasiswa mengedukasi para pengrajin opak, agar mampu beradaptasi dengan teknologi digital guna memperluas jangkauan pasar.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Pascasarjana Ilmu Manajemen S2 yang juga penanggung jawab kegiatan Dr. Agus Setyo Pranowo, S.E., M.M., mengungkapkan, kegiatan PKM ini melibatkan mahasiswa S2 dan S3 yang berjumlah 30 orang serta didukung para dosen pembimbing.

Dr. Agus menjelaskan, pendampingan yang dilaksanakan para mahasiswa melalui PKM ini, mencakup teknik dalam pembuatan konten kreatif,  packaging (kemasan) dari produk, serta bagaimana cara pemasaran produk tersebut.

Bahkan kegiatan ini juga dihadiri salah satu oleh Alumni Mahasiswa Pascasarjana S3, yang juga sudah menjadi praktisi Dr. H. Meisa Reresimi, SE., M.M., ungkap Dr. Agus.

Sementara itu Alumni mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen (S3) Universitas Pakuan, Dr. H. Meisa Reresimi, SE., M.M., hadir dan memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang sedang melaksanakan PKM. 

Sebagai sosok yang sebelumnya juga aktif melakukan kegiatan PKM di Kampung Literasi Lebak Banten pada 2023 yang saat itu sebagai mahasiswa, Dr. Meisa menekankan pentingnya interaksi langsung antara mahasiswa dangan masyarakat.

"PKM ini bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di sini, mahasiswa dapat menyampaikan langsung program dari pemasaran tersebut kepada para pelaku usaha seperti UMKM," ujar Pengusaha Muda yang juga Akedemisi.

Menurutnya program PKM ini bertujuan untuk menjembatani antara produsen opak tradisional dengan ekosistem pemasaran digital yang kian berkembang dalam hal ini dari segi pemasarannya.

"Era disrupsi digital perubahan fundamental  masif akibat inovasi teknologi digital yang mengubah cara hidup, bekerja, berkomunikasi, dan berinterakeraksi di berbagai aspek kehidupan, dengan menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi, namun juga memunculkan tantangan, adaptasi ketrampilan yang berkembang dengan senergi perkembangan Ai," papar Dr. Meisa.

Lanjutnya, di era disrupsi saat ini, literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Sektor pengolahan hasil UMKM seperti produksi opak dituntut tidak hanya unggul dalam kualitas produksi, tetapi juga cerdas secara digital, ungkapnya.

Penerapan strategi "UMKM Go Digital" ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang terlalu panjang, meningkatkan margin keuntungan langsung bagi para pengrajin, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kampung opak secara berkelanjutan.

"Dengan adanya pendampingan ini, UMKM opak Desa Pejaten tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi mampu bersaing di luar melalui platform digital," ujar Dr. Meisa, yang saat ini sebagai dosen di Universitas Teknik Muhammadiyah Jakarta, Fakultas Ekonomi Bisnis.

Dalam kesempatan itu juga Dr. Meisa memberikan dukungan kepada pengrajin opak, berupa bantuan mesin pengiling ketan yang nantinya dapat digunakan pengrajin opak untuk mendukung peningkatan jumlah produksi dari para pelaku usaha opaknya. [*]