BNPP RI dan Pemkab Raja Ampat Dorong Pariwisata Terintegrasi Kawasan Perbatasan untuk Perkuat Ekonomi dan Branding Nasional
Jakarta – Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) bersama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mendorong pengembangan konsep Pariwisata Terintegrasi Kawasan Perbatasan (sebagai pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan sektor pariwisata, ekonomi lokal, konektivitas, pelayanan dasar, dan konservasi dalam satu ekosistem kawasan. Konsep ini diharapkan memperkuat posisi Raja Ampat sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kawasan perbatasan.
Pembahasan konsep tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Plt. Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat BNPP RI, Amrullah M. Ridha, S.Sos., M.Si., pada Jumat, 26 Juni 2026. Rapat dihadiri secara virtual melalui Zoom Meeting oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP., M.M. Turut hadir Letjen TNI (Purn.) Ali Hamdan Bogra, S.IP., M.Si., Anggota Komite Eksekutif Papua; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Raja Ampat, Paul Karel Lodewijk Mayor, S.T., M.T.; Plt. Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Raja Ampat, Jefri Wijaya Abidin, S.E., M.M.; serta Dr. Rahtika Diana, M.Si., Policy Advisor on Regional Development for Border Areas sekaligus Founder Beyond Borders Indonesia.
Amrullah M. Ridha mengatakan, "Kawasan perbatasan memiliki nilai strategis, bukan hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai ruang pertumbuhan ekonomi. Raja Ampat memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pembangunan kawasan perbatasan yang mengintegrasikan pariwisata, ekonomi masyarakat, dan pembangunan wilayah secara berkelanjutan."
Raja Ampat dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik di dunia. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui konektivitas antarpulau, infrastruktur dasar, pelayanan publik, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata.
Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi tersebut. "Kami mengapresiasi BNPP RI atas komitmennya memperkuat koordinasi pembangunan kawasan perbatasan. Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis pembangunan Raja Ampat akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra Indonesia di tingkat global."
Letjen TNI (Purn.) Ali Hamdan Bogra menyatakan, "Raja Ampat bukan hanya kebanggaan Papua Barat Daya, tetapi juga aset strategis bangsa. Sebagai kawasan perbatasan dan destinasi wisata bahari kelas dunia, pengembangannya harus menjaga keseimbangan antara konservasi, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi sehingga benar-benar menjadi etalase Indonesia di mata dunia."
Menurut Rahtika Diana yang juga Policy Advisor Regional Development for Border Area, esensi dari sebuah ekosistem pembangunan adalah kolaborasi. Tidak ada satu institusi yang dapat membangun kawasan perbatasan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat agar setiap program saling terhubung dan memberikan dampak yang lebih besar.”
“Beyond Borders Indonesia hadir sebagai salah satu mitra yang secara konsisten membangun kolaborasi tersebut. Kami percaya bahwa Raja Ampat memiliki potensi menjadi contoh bagaimana kawasan perbatasan dapat berkembang melalui kemitraan lintas sektor yang mengintegrasikan pariwisata, ekonomi lokal, konservasi, dan pembangunan infrastruktur dalam satu ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Dr. Rahtika Diana, M.Si.
Ke depan, konsep Pariwisata Terintegrasi Kawasan Perbatasan akan terus disempurnakan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta masyarakat. Pendekatan berbasis ekosistem ini diharapkan mampu menghasilkan pembangunan yang lebih terintegrasi, memperkuat ekonomi kawasan perbatasan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkokoh posisi Raja Ampat sebagai showcase pariwisata bahari Indonesia di tingkat global.

