BKKBN dan DPR RI Dorong Percepatan Penanganan Stunting di Madiun
Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI menggelar Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Karya Praja, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini membahas penguatan sinergi percepatan penurunan stunting melalui pembangunan keluarga berkualitas dan peningkatan edukasi kesehatan masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi IX DPR RI M. Yahya Zaini, Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN Prof Budi Setiyono, dan
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Dinas Kesehatan PP KB Kota Madiun, Dian Sulistyorini
Dalam paparannya, M. Yahya Zaini menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan erat dengan kualitas generasi penerus bangsa. Ia mengatakan Program Bangga Kencana memiliki peran penting dalam membangun keluarga sehat dan sejahtera.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah pusat. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat agar upaya pencegahan berjalan maksimal,” ujar Yahya Zaini.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh anak harus terus diperkuat hingga tingkat keluarga.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Keluarga harus memahami pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak,” katanya.
Sementara itu, Prof Budi Setiyono menyampaikan bahwa Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat berbagai program pendampingan keluarga untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
“Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pembangunan keluarga menjadi sangat penting,” ujar Prof Budi Setiyono.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan agar keluarga memiliki pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi, pola asuh, dan perencanaan keluarga.
“Melalui Program Bangga Kencana, kami ingin membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi unggul,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Dian Sulistyorini memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Madiun dalam mendukung percepatan penurunan stunting, mulai dari penguatan pelayanan keluarga berencana hingga pendampingan keluarga berisiko stunting.
“Kami terus melakukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting, terutama bagi ibu hamil dan keluarga muda,” jelas Dian Sulistyorini.
Ia menambahkan bahwa peran kader dan tenaga kesehatan di lapangan sangat penting dalam memberikan pendampingan secara langsung kepada masyarakat.
“Keberhasilan penanganan stunting sangat dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” pungkasnya.
Kegiatan fasilitasi teknis tersebut diikuti para mitra kerja, kader keluarga berencana, tenaga kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat di wilayah Kota Madiun dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

